Sunday, February 13, 2011

THE SOUND OF MOVEMENT : PASSION

"Ko bisa ya? Gila, udah ngapain aja gw?..ah gw juga pasti bisa"

itu adalah kata - kata yang sering sekali saya katakan dalam hati setiap kali bertemu atau mendapatkan informasi mengenai seseorang yang sukses dan berhasil meraih mimpi atau goal dalam hidupnya karena telah melakukan usaha dan aktifitas yang konsisten berdasarkan passion mereka masing-masing. Terlebih lagi apabila orang itu sebaya dengan saya. Perasaan saya mendidih, mendadak ada dorongan dalam diri bahwa saya juga seharusnya menjadi salah satu dari mereka.

Pada The Sound of Movement edisi Januari saya berkesempatan membahas tentang Passion. Apakah passion itu? Passion itu artinya sabar......  Ngaco, Itu patient! : p Pada edisi passion ini, tentunya menarik untuk mengetahui  bagaimana orang - orang yang saya undang berbicara mengenai passion. Raditya Dika, Erditya Nur Arfah, Muhammad Assad. Mereka adalah anak anak muda yang telah berhasil mencapai cita-cita, dan impian melalui passion, terlebih mereka  telah berhasil memperjuangkan passion mereka untuk menjadi way of life.

Sedikit penjelasan mengenai para tamu saya ini. Masing masing dari mereka telah memiliki buku yang ditulis berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Selain memang passion mereka menulis, tetapi menulis juga menjadi media ekspresi dimana mereka berbagi mengenai passion mereka yang lain dan pencapaian - pencapaian yang telah mereka raih dari passion tersebut.


Mengenal Diri

"Menurut gue saat kita melakukan sesuatu tanpa perhitungan, dan melakukannya dengan senang hati walaupun tidak dibayar, maka itu adalah passion kita" kata Dika.

Menariknya passion menurut Raditya Dika adalah pada saat seseorang mengenal apa passionnya, maka passion tersebut dapat mengalami difersifikasi ke hal- hal yang baru diketahui belakangan ternyata membawa kebahagiaan pada saat melakukannya. Seperti contoh Raditya Dika mengawalinya dengan menulis, dari menulis kemudian ia mulai menulis skrip , bahkan menjadi pemeran dalam filmya, sampai menjadi host dalam salah satu acara di tv swasta.

Tetapi sebelum terjadi difersifikasi dan membuat kita menjadi pribadi berkembang, yang paling penting dan mendasar adalah sebelumnya kita harus tau apa passion kita sebenarnya. Bagaimana caranya menemukan passion kita? Menurut Raditya Dika kita harus tau dulu apa yang kita mau, dan apa yang kita suka, setelah itu jangan pernah tidak untuk selalu belajar dari orang yang memiliki passion yang sama dengan kita.

Berkaitan dengan "tau apa yang kita mau, apa yang kita suka" jadi teringat akan kata - kata yang sering diucapkan Widi Maliq setiap kali kita ngobrol mengenai musik dan hal seputar memiliki karir sebagai musisi, dia selalu bilang, " yang penting lo tau apa yang lo mau "  dan dengan raut wajah yang sok serius, saya cm ngangguk - ngangguk aja sok iye berasa pede dan yakin saya tau apa yang saya mau. ( padahal boro-boro yakin, tau aja ngga ! , waktu itu tapi, sekarang insya Allah udah : ) ) . 

Pada saat itu kata - kata tersebut belum menjadi sesuatu yang saya resapi dan lihat maknanya secara mendalam, walaupun kata - kata tersebut tidak pernah hilang dari benak saya dan saya terus mempertanyakan dan mencari tau apa yang saya inginkan sebenarnya. Seiring waktu berjalan dan semakin saya dewasa semakin saya mengerti bahwa untuk mengetahui yang kita benar - benar inginkan tidaklah mudah, butuh suatu proses aktualisasi diri dan perenungan yang konstan, butuh keberanian untuk mau belajar mengenai diri kita sendiri untuk kemudian mengetahui apa yang kita inginkan, karena itu adalah diri kita sesungguhnya.

Untuk tau apa passion kita, kita harus tau apa yang kita suka, untuk tau apa yang kita suka, sebelumnya kita perlu mengenal siapa diri kita.

Proses ini bukanlah sesuatu yang instan, bisa jadi merupakan perjalanan seumur hidup. Selain keberanian dan konsistensi dalam diri sendiri serta tingkat pendidikan, dukungan dari lingkungan, keluarga, dan orang - orang terdekat menjadi faktor yang sangat penting dan menentukan. Terkadang seseorang harus mencapai "the lowest point of their lives" sebagai bagian dari proses untuk mengetahui siapa mereka sesungguhnya, apa yang diinginkan. Untuk mereka yang beruntung mampu menggali makna diri sesungguhnya di usia yang sangat relatif muda, juga karena beberapa faktor di atas.


Kegelisahan adalah awal

Kata - kata Radit yang sampai sekarang menjadi salah satu jawaban atas pertanyaan - pertanyaan seputar diri saya adalah, "menulis itu harus menjawab kegelisahan, apa yang kita tulis harus menjadi media dalam mengekspresikan permasalahan yang ada dalam diri. Radit memberi contoh dirinya menulis berdasarkan kejadian - kejadian tidak mengenakan yang terjadi pada saat ia kecil kemudian ingin diceritakan melalui tulisan and it is  Extremely Funny ( Baca "Marmut Merah Jambu" ) atau Andrea Hirata yang tidak pernah bisa melupakan guru di kampungnya. 

(waktu saya iseng nyela gelisah "geli geli basah" dan yak ! Saya berhasil membuat seluruh studio tidak ketawa !, itu memang keahlian saya, melawak tetapi tidak lucu, which im good at it ! )

Konteks kegelisahan ini saya rasa bukan saja diterapkan dalam menulis, tetapi  pada setiap orang yang mencari passionnya.

Hal ini juga terjadi pada dua tamu saya yang lain Erdit dan Assad. Saya akan bercerita sedikit bagaimana kegelisahan membawa mereka menemukan passionnya untuk mencapai impian masing - masing.

Erdit selalu teringat akan janji masa kecilnya dimana saat itu dia berjanji pada dirinya bahwa suatu hari dirinya dapat bersekolah ke luar negeri setelah kesempatan student exchange yang didapat tidak disetujui oleh sang ibu. Selama hidupnya janji tersebut tidak pernah dilupakan dan berbagai cara telah dicoba dan dicari, demi mewujudkan pengalaman ke luar negri. 

Sampai akhirnya ia mendapat kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Polandia. Bukan hanya untuk jalan - jalan dan "belajar"' tetapi ia juga membawa semangat nasionalisme dengan misi mengenalkan kebudayaan Indonesia. Dari pengalaman ini, kemudian ia menulis buku yang berjudul "Merah Putih di Benua Biru" untuk lebih tau mengenai cerita dia, lebih baik baca bukunya (Erdit bener - bener harus kasih gw komisi untuk promosi ini xD )

Assad yang selalu berusaha menjadikan pengalaman "buruk" selama hidupnya menjadi tantangan untuk memotivasi dirinya, dan bangkit serta belajar dari kekurangan untuk kemudian menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Saya kagum bagaimana Assad meyakini janji Tuhan, itu adalah sumber yang memotivasi dirinya. Assad senang menuliskan semua pengalaman hidup selama studi di Qatar pada sebuah blog miliknya. Tulisan - tulisan tersebut mendapatkan respon yang positif serta sifatnya memotivasi, sehingga muncul ide untuk membukukannya dengan judul "Notes from Qatar" .

Erdith dan Assad memberikan saya keyakinan bahwa bagaimana kita meraih mimpi adalah tergantung keyakinan kita akan mimpi itu, semakin kita yakin maka jalan yang terbuka akan semakin besar, dan semakin detail mimpi itu akan semakin baik. Semakin kita mendengarkan kata hati maka semuanya memiliki arti.

Yak, mengikuti passion adalah mengikuti kata hati. Terkadang kegelisahan demi kegelisahan muncul dalam hidup kita karena kita belum mendengar dan mengikuti kata hati, yaitu adalah passion kita, "the true calling" .

Akhirnya kesimpulan yang bisa saya ambil yaitu bahwa, mereka yang telah berhasil mengikuti passionnya adalah mereka yang telah berhasil mencapai kualitas tertentu dalam aktualisasi diri, berani mencari makna dalam diri, mengerti dan mengenal dirinya, apa yang menjadi kelebihan atau kekurangan, apa yang mereka suka. 

Mereka telah berhasil menjawab pertanyaan dalam diri yang merupakan kegelisahan selama ini. Nah, orang - orang ini telah secara konstan berusaha mencari jawaban atas kegelisahan yang mereka rasakan.

Nah, seperti yang sudah saya katakan ketika siaran, salah satu passion saya adalah menulis lagu atau inglaish-nya "song writing" x) Jadi tidak mungkin saya tidak terinspirasi oleh teman - teman saya ini. Di akhir sesi passion, saya sudah secara on air menyanyikan lagu tersebut, tapi yang belum denger doain aja semoga secepatnya bisa denger, gatau gimana caranya hehe ,buat yang penasaran lagunya seperti apa, buat yang ngga yaudh... (cie gitu ngambek)

Sementara itu saya tulis disini liriknya dulu okay : )


Wujudkan dengan cinta

Begitu banyak jalan telah kucoba
Untuk menjawab keresahan jiwa
Tak perlu ku menyerah aku akan bertahan
Berjalan, karena ku percaya

Ku akan sampai kesana..
Mewujudkan semua..

Harapan yang telah lama ku impikan
Kumendengar suara panggilan jiwa
Percaya tak ada satu keraguan
Akan kuwujudkan dengan cinta..dengan cinta

Walau rintangan menghadang 
Ku terus berjalan..




Good Luck : )

No comments:

Post a Comment